3 do’a untuk kesuksesan
oleh adam muhammad
Pada hari ahad, 7 Februari 2010 LPUQ bekerjasama dengan IKADI dan ta’mir masjid Ar-Rahmah, Perum Sambong Permai mengadakan pengajian akbar dengan mendatangkan ustadz Subki Al-Bughury. Acara ini dipenuhi oleh para jamaah yang hendak mengkaji ilmu dari ustadz kondang ini. Dengan diselingi humor-humor segar, Ustadz pimpinan Majelis Dzikir Al-Matsurat Jakarta ini mampu membawa suasana yang menyegarkan hingga para jamaah dengan khusyu’ dapat mendengarkan tausyiah beliau hingga selesai. Berikut adalah sekilas isi dari ceramah beliau.
Hidup di dunia yang hanya sementara ini sudah seharusnya kita harus memikirkan kehidupan yang abadi kelak yakni kehidupan di akhirat. Amalan-amalan yang kita lakukan di dunia saat ini sungguh semuanya akan dihisab oleh Allah SWT kelak di akhirat. Dan sudah seharusnya kita mempersiapkan bekal amal sholeh selama di dunia ini.
Dan, amalan-amalan yang kita lakukan tentulah harus ikhlas kita lakukan. Dengan keikhlasan itu, amalan kita akan bernilai di sisi Allah SWT. Dan juga yang tidak kalah pentingnya adalah keseriusan kita dalam berdo’a kepada Allah SWT. Kita berdo’a meminta pertolongan kepada Allah agar semuanya menjadi lancar.
Ada 3 hal yang setidaknya kita harus selalu do’akan kepada Allah SWT. Semoga dengan 3 permintaan ini memacu kita untuk terus beramal sholeh. Adapun tiga permintaan dalam do’a itu adalah:
Pertama, kita memohon agar kelak di akhirat kita dikenali oleh nabi Muhammad SAW.
Sewaktu pergi beribadah haji tahun lalu, saya bertemu dengan salah seorang menteri. Tak saya sangka, beliau menegur saya. Rupanya sang menteri mengenal saya. Saya sungguh merasa senang dikenal oleh seorang menteri.
Nah, saya juga yakin anda pun akan merasa senang dan bangga jika dikenal oleh seorang pejabat. Bayangkan anda dikenal oleh bupati, gubernur atau bahkan presiden. Senang, bukan? Begitulah, kita akan merasa amat senang jika dikenal oleh seseorang yang besar apalagi beliau mampu menolong kita ketika kita berada dalam kesulitan.
Bagaimana halnya kita dikenal dengan manusia terhebat, seorang rasul yang sangat dikasihi Allah? Tentulah kebahagiaan yang luar biasa akan kita rasakan. Terlebih ketika di akhirat, dimana tak ada yang bisa menolong kita. Dan tentu kita merindukan pertolongan /syafa’at Rasulullah. Dan, alangkah bahagia kita ketika beliau mengenali kita sebagai ummatnya dan beliau pun memberikan syafa’atnya kepada kita. Allahumma amin.
Suatu ketika Imam Hasan Al-Bashri ditanya mengapa do’a-do’a tidak diijabah. Beliau menjawab setidaknya ada 10 penyebab mengapa do’a kita tidak diijabah. Salah satu penyebab itu dikatakannya adalah “kalian bilang mencintai Rasulullah, namun kalian tidak beramal sesuai dengan sunnahnya”.
Saya jadi teringat ketika suatu ketika saya mendengar lantunan suara yang menyenandungkan shalawat, “Ahmad yaa habibi”. Hati saya berdesir mendengar suara yang begitu merdu. Kemudian saya pun keluar rumah dan mencari sumber suara. Betapa kagetnya saya melihat ternyata orang yang menyenandungkan shalawat tadi sambil menulis-nulis nomor togel. Ketika saya tanya, dengan ringan dia menjawab, “Ya, siapa tahu dengan bershalawat nanti nomornya tembus”. Na’udzubillahi min dzalik.
Begitulah, saudaraku. Kalau kita ingin dikenali Rasulullah SAW, maka kita harus mengenali beliau terlebih dahulu. Pelajarilah akhlak beliau. Dan marilah kita teladani akhlak beliau. Semoga dengan begitu, kelak beliau dapat mengenali kita sebagai ummat beliau.
Kedua, kita memohon agar kelak di akhirat kita menerima buku catatan amalan kita dengan tangan kanan
“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya. maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.” [QS. Al-Insyiqaaq:7-9]
Orang-orang yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanan kelak di akhirat tentulah melakukan amalan-amalan sholeh ketika di dunia. Kalau kita menginginkan untuk masuk golongan kanan, maka kita tidak boleh lelah untuk terus beramal sholeh. Istirahat kita adalah nanti ketika kaki kita sudah melangkah ke syurga.
Memang tidak mudah, tapi kita harus berusaha berjuang sekuat mungkin. Dalam bukunya La Tahzan, Dr. Aidh Al-Qarni mengatakan “Hidup memang capek”. Kita pun merasakannya sendiri. Sebagai istri capek dengan beban-beban yang begitu berat. Demikian juga seorang suami juga merasakan beban hidup yang teramat berat. Namun kalau kita terus berusaha dengan ikhlas, maka insyaallah itu akan bernilai di sisi Allah.
Jadi, teruslah beramal sholeh. Ingatlah kematian itu pasti datangnya meskipun kita tidak tahu kapan itu terjadi. Oleh karena itu, jangan pernah lelah beramal sholeh di dunia ini. Insyaallah dengan begitu kelak kita termasuk golongan mereka yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanan.
Ketiga, kita memohon agar kelak di akhirat kita dapat masuk syurga bersama-sama dengan seluruh keluarga kita
“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” [QS.Ath Thuur:21]
Akhirnya harapan kita adalah kelak bisa berkumpul dengan seluruh sanak keluarga keluarga. Semoga keimanan yang sudah tertanamkan dalam diri kita, yang kemudian kita amalkan dalam amalan sholeh kemudian dapat diikuti oleh anak cucu kita. Begitupun amalan sholeh yang diturunkan oleh generasi di atas kita dan kita amalkan dapat mengalirkan pahala kepada mereka tanpa mengurangi pahala mereka.
Dengan begitu, semoga kelak kita dikumpulkan dalam syurga Allah bersama sanak keluarga kita dengan kebahagiaan yang takkan pernah usai di negeri akhirat. Amin. [elha]
Cukup satu saja yang diamalkan, yaitu menjalankan apa yang disunnahkan Rasulullah saw. Ini pun sulitnya luar biasa! ^_^