Tentang Suami (lagi)

Seorang suami adalah pemimpin dalam rumah tangga. Konsekwensinya dia harus selalu nampak kokoh dihadapan istrinya. Ia tidak boleh sedikitpun nampak cengeng di depan istrinya.

Semua wanita memimpikan berdansa dengan pangeran gagah. Kemudian setelah berdansa, sang wanita akan dibawa lari dengan kuda putih oleh sang pangeran menuju istananya.

Begitulah, seorang wanita akan bangga didekap suami yang kokoh, yang mempunyai visi besar (istana) dan wanitapun akan mengikuti sang lelaki dengan kuda putih pilihan sang pangeran.

suamiLalu, sebagai seorang suami yang memang manusia dan bisa salah apakah boleh dia mengeluh tentang beratnya perjalanan menuju istana itu pada kekasihnya?

Tentu saja boleh. Sekali2 pangeran terjatuh dari kuda putihnya itu adalah hal wajar. Namun, sebelum mengeluh pada wanitamu, wahai lelaki pastikan wanitamu sdh mengagumimu sbg pangerannya.

Nah, kalau putri di belakang kuda putih itu sdh mengagumi pangerannya ketika pangeran itu terjatuh, sang putri akan mengulurkan tangannya untuk membantunya bangkit dan mereka meneruskan perjalanan menuju istana.

#inspirasi dari pak irwan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s